Thursday, September 21, 2006

Susahnya Mencari Selembar Tiket Mudik

Pagi ini kupaksakan bangun dan mandi sebelum Subuh. Rencananya akan mengantri tiket mudik di Stasiun Gambir untuk keberangkatan tanggal 21 Oktober 2006. Berangkat ketika orang-orang keluar dari masjid habis menunaikan sholat Subuh.

Diperjalanan dikabari teman kantor mama kalau di Gambir antrian sudah panjang. Benar saja, sesampainya di Gambir si teman sms lagi, "kayaknya sudah susah dapat tiket di Gambir, antrian benar-benar panjang", kurang lebih begitu isinya. Ok, lanjut lagi ke Stasiun Tanah Abang, harapan terakhir.

Belok kiri, belok kanan, lurus, serobat-serobot akhirnya sampai juga di Stasiun Tanah Abang. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki disini. Antrian terlihat pendek, kurang lebih ada 15an orang didepanku. Lumayan. Menjelang jam loket buka antrian sudah panjang berkelok-kelok.

Berdiri, jongkok, berdiri lagi, jongkok lagi, dan berdiri lagi. Mmmm, bagaimana yang paling depan ya. Sudah berapa lama dia berdiri di depan loket? Jam menunjukkan pukul 7. Loket belum juga buka. Ternyata, aplikasi pemesanan tiket bermasalah. Umpatan, sindiran, gerundelan, dan apalah namanya keluar satu-persatu dari mulut pengantri. Pihak pengelola stasiun mengumumkan kerusakaan komputer mereka menggunakan pengeras suara. Pengantri semakin tidak sabar.

Kuminta mama menghubungi agen dan teman di Gambir. Ternyata disana tidak ada masalah, pemesanan tiket berjalan dengan biasa. Sial. Mulai muncul rasa khawatir tidak dapat tiket. Bertolak dari Tanah Abang ke agen tiket sepertinya tak mungkin, karena disana juga banyak yang antri. Akhirnya diputuskan untuk menunggu. Kekhawatiran itu benar-benar terjadi. Sekitar pukul setengah delapan, KAI Tanah Abang mengumumkan bahwa tiket non ekonomi kereta api Gajayana dan Bangun Karta untuk keberangkatan tanggal 21 Oktober 2006 sudah terjual habis. Aplikasi pemesanan tiket di Stasiun Tanah Abang masih belum bisa digunakan, tapi tiket sudah habis duluan. Sial!

Rupanya pihak KAI tidak membuat penjatahan untuk setiap titik penjualan tiket. Siapa cepat dia dapat. Apes saja jika stasiun/agen yang kita tuju ternyata tidak bisa melayani pemesanan karena aplikasi/komputer mereka bermasalah. Soalnya, tiket ludes tak sampai 30 menit setelah loket buka.

Andai saja KAI melakukan penjatahan untuk setiap titik penjualan kupikir lebih memberikan jaminan bagi calon penumpang. Terutama jika terjadi permasalahan seperti tadi pagi di stasiun Tanah Abang. Calon penumpang yang sudah capek-capek antri harus amat sangat kecewa karena ketidaksiapan tim teknis KAI mengantisipasi permasalahan aplikasi pemesanan tiket. Kupikir kekecewaan tidak akan terlalu besar jika kehabisan tiket karena memang dapat antrian buncit.

Masih ada kesempatan untuk antri lagi, keberangkatan tanggal 22 dan 23 Oktober. Tapi, apa harus menginap di kantor dan datang ke Gambir sebelum subuh? Atau beli di calo?

9 comments:

Anonymous said...

Ehm, ternyata susah ya nyari tiket mudik.
Maklum blom pernah ngerasain ngantri yang kayak gituan.. Dulu di Jakarta (2001) blom sempet ngerasain ngantri tiket mudik dah pindah ke Semarang, blom ngerasain ngantri tiket mudik di Semarang dah pindah ke Surabaya... Akhirnya sejak 2001 - sekarang mudiknya dari Surabaya.. Dan, Alhamdulillah gak usah pake ngantri pasti bisa mudik :)

Kita doain dari Surabaya deh, semoga bisa mudik ke..eemm, Malang ya (kalo diliat kereta Gajayana-nya)

Anonymous said...

Uggghhhh sebelnya sama KAI. Kalo emang gak bisa onlen mbok ya ngasih tau sebelumnya biar yang antri bisa pindah ke stasiun atau agen lain yang bisa. Tahun 2006 masih juga primitif. Sampe kapan sih? Layanan publik kok seperti ini...

Tadi di Gambir teman juga cerita, koordinasi antara petugas PM di depan loket sama petugas loketnya juga nggak kompak, ada yang bilang khusus Gajayana antrinya di loket sini, ada yg bilag di loket sana. Whattt??? Nyebelin banget.

Anonymous said...

Wah, ampun2 deh Her klo soal urusan pulang kampung di saat menjelang lebaran :D

saatnya panen bagi pengusaha jasa transportasi, bisnis travel jakarta-malang PP laku gak ya? hehehe

Anonymous said...

sabar ma, sabar :D

Anonymous said...

ehe... yg mudik.. yg mudik.. yg mudik..... :)
Good Luck for your ticket.

Nyepeda aja boss.. selama romadlon. nyampe di Malang deh.. kekekeke

Anonymous said...

nunggu antrian kereta tambahan aja Mas.
biasanya ada....
jadi biasanya untuk Sembrani (tujuan pasar turi) itu semalem bisa 2 kali pemberangkatan. Tapi kl Gajayana aku gak tau.
Rajin2 update berita aja :)
*Alhamdulillah berkat antri subuh2, dah dapet tiket :)

Anonymous said...

aku hanya mau gajayana Vink dan ketoke gajayana gak ono tambahan, soale gowo anak-bojo, lek dewean opo tak sikat :D

gajayana dadi favorit gara2 lapindo sialan itu

awakmu antri subuh, berarti lek budal teko Depok kudu jam 4an :(

Anonymous said...

iku enek kabar kereta tambahan mas...
Satria (koncoku) oleh sing jurusan malang kiy *berarti kan Gajayana yha ?
monggo di cek teng milis wikusama :)

Anonymous said...

pake antri dari sebelum saur gak? :D