Sunday, July 9, 2006

Alat-alat untuk proses film B/W

Sambil nunggu pertandingan Portugal vs Jerman, iseng2 membuat catatan persiapan untuk memproses film B/W sendiri. Mari kita mulai :


Alat-alat yang diperlukan :
- Tank dan reel
Disini aku memilih tank dengan kapasitas 2 film 135. Tank ini juga bisa dipakai untuk 1 film 120 (siapa tahu ada kesempatan merasakan bermain-main dengan medium format :D). Disinilah film diproses sampai menjadi negatif. Pemilihan tank dengan kapasitas 2 film kumaksudkan untuk efisiensi waktu. Sekali proses 2 film. Tentu saja larutan yang dipakai lebih banyak. Rekomendasi dari tank yang aku pakai (JOBO Unitank 1520) 485ml. Bulatkan saja 500ml biar mudah menakar larutan.

Tank JOBO bisa dibeli di Primaimaging (Prima Color). Di Pasar Baru tank yang banyak dijual mereknya AP, lebih murah dari JOBO, kapasitas 2 film 135. JOBO mempunyai pilihan lebih banyak, misalkan mau pakai tank kapasitas 1 film 35 saja.

Tank dan reel ada yang terbuat dari plastik atau logam. Semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang tersedia di pasaran (Jakarta) saat ini hanya yang plastik. Yang aku rasakan, memasang film di reel plastik sangat mudah.

- Gelas ukur
Digunakan untuk menakar larutan kimia dan air. Aku memakai 2 gelas ukur, ukuran 600ml dan 50ml. Gelas ukur kapasitas 50ml digunakan jika perbandingan air dengan kimiawi (developer, stop-bath atau fixer) terpaut jauh. Sebagai contoh, Ilford LC29 bisa digunakan 1:19 bahkan 1:29, Tetenal ultrafin liquid mulai 1:10 sampai 1:30. Misalnya dipakai LC29 1:19. Untuk 500ml larutan hanya dibutuhkan 25ml developer. Dibanding gelas ukur ukuran 600ml tentu gelas ukur ukuran 50ml lebih akuran penakarannya. Gelas ukur besar digunakan untuk melarutkan 425 air ditambah 25ml developer. Bisa dibeli di Gramedia atau toko bahan kimia.

- Termometer cairan
Suhu merupakan salah satu komponen terpenting dalam memproses film. Rata-rata suhu yang direkomendasikan 20 derajad celsius. Beberapa developer optimal di suhu 24 derajad, TMAX developer contohnya. Percobaanku malam ini, butuh waktu sekitar 1 jam 15 menit untuk menurunkan suhu air PAM sebanyak 500ml di lemari es. Suhu air PAM rata-rata 27 s/d 28 derajad celcius. Idem.

-
Penjepit film
Dari namanya sudah bisa dibaca kegunaannya. Ya, untuk menggantung (pengeringan) film setelah selesai diproses.

-
Pengaduk
Untuk mengaduk larutan kimia.

-
Wadah cairan 600ml
Wadah ini berguna untuk menampung larutan developer, stop-bath, dan fixer. Makanya aku memakai 3 buah wadah, masing-masing ditandai biar tidak tertukar. Inginnya pakai kaleng bekas susunya Kintan, eh ternyata tidak tahan karat.

-
Wadah besar
Digunakan sebagai water jacket, mendinginkan dan menjaga suhu larutan. Tentu tidak mungkin menggunakan lemari es karena air sudah bercampur bahan kimia. Makanya digunakan water jacket. Wadah besar disini air + es batu. 3 wadah 600ml direndam disitu sampai stabil 20 derajad.

Untuk mempersingkat waktu tunggu, air didinginkan didalam es, mungkin sampai dibawah 20 derajad. Baru kemudian dilarutkan dengan bahan kimia dan ditaruh di water jacket.

-
Gunting
Untuk menggunting lidah dan pangkal film.

-
Pembuka botol
Untuk membuka tabung pembungkus film.

-
Kanebo
Hehehe, ini pengganti lap kain sebagai pembersih alat-alat diatas.


Tips : jika tidak mau ribet beli saja JOBO Lab Kit, alat-alat yang lain ( wadah cairan, gunting, pembuka botol, kanebo) gampang dicari di supermarket.

PR berikutnya : belanja developer, stop-bath, fixer, hypo clearing agent, wetting agent. Di Oktagon kosong, Primaimaging hanya menjual merek Tetenal (mahal bo). Di Capa Pasar Baru ada Kodak D76 tapi expired :(. Semoga minggu depan semua yang aku cari ada di Pasar Baru. Oh ya, nambah lagi, plastik tempat negatif, botol untuk menyimpan larutan.



Depok, 9 Juli 2006

6 comments:

lani said...

di capa ga ada om?

me said...

aku lihat beberapa minggu kemaren, di capa yang ada D76 expired dan Tmax Dev. Belum hunting lagi Lan, mungkin dalam minggu2 ini.

tertarik mencoba jg Lan?

andre said...

alow dri slam kenal ni

gw andre pgn bgt bisa proses film sendiri n
ini ilmu yg berarti buat gw ni, krn pgn tahu cr prosesnya bagaimana,
tp cr lepasin film dr tempatnya n ditafo di tank itu gmn ya n seberapa gelap sih seharusnya?

terima kasih ni sebelumnya dri

me said...

to andre :

Untuk melepas film ada beberapa cara. Cara kanibal ya dengan mencongkel kaleng pembungkus film menggunakan pembuka tutup botol minuman, lihat2 lagi di posting-postingku yang lain yang berbau fotografi (proses develop film b/w).

Cara yang lebih enak ya pake film picker, tapi sayang barang ini susah sekali didapat, bahkan di Pasar Baru sekalipun. Aku nemu alat ini kemaren pas mudik di sebuah studio foto di Tulung Agung. Hanya cara pakenya aku jg belum bisa, hahahaha

Atau, klo menggulung film jangan sampe mentok biar lidah filmnya gak kegulung habis kedalam.

Seberapa gelap? ya pokoknya mata sudah tak bisa melihat lagi itu artinya aman buat film.

Kurang jelas? Ayo praktek aja :D

bima bijak said...

siang.....
salam lestari....
tanya harga tank agitasi berapa ya?

salam lestari...

gaby said...

cari reel film di jakarta dimana ya?