Friday, March 17, 2006

Pembaca Pemula

Akhir-akhir ini aku tersihir oleh novel. Hari-hariku sepulang kerja selalu aku isi dengan bermain dengan Kintan, mama dan membaca novel. Televisi, DVD player menjadi pengangguran. Ah, teringat satu lago hobi lamaku yang tertinggal sejak menikah. Dengar radio. Radio favoritku saat itu Pro2 FM, Ramako. Di dua frekuensi itu aku menikmati saat sebelum tidur dan sesudah terbangun. Dari radio itu pula aku untuk pertama kali mendengar lagu yang dilarang oleh pemerintah, Genjer-genjer. Dibawah ini cuplikan teksnya :

Genjer-genjer mlebu kendil wedange gemulak
Setengah mateng dientas yong dienggo iwak
Sego nong piring sambel jeruk ring ngaben
Genjer-genjer dipangan musuhe sego


Tergelitik juga untuk mempunya MP3nya, tapi entar dulu lah. Aku sedang gandrung dengan membaca novel.

Ketika masih sekolah, Lupus dan Trio Detektif-nya Alfred Hitchcock menjadi santapan rutin. Sekali-kali membaca karya Emha Ainun Najib tapi kok otakku rasanya gak mampu mencernanya, hiks, (dasar otak udang). Tahun 2000 lulus, merantau ke ibu kota, kost di Kebon Sirih, buku karangan Helvi Tiana Rosa, Asma Nadia, Golagong, dan yang sejenisnya jadi konsumsi. Saling pinjam sampai lupa mengembalikan, hilang menjadi hal yang biasa. Sejak mengenal fotografi berkurang aktivitas baca novel, yang ada malah koleksi buku-buku fotografi. Suatu sore teman kantor bercerita tentang Davinci Code, seru obrolannya. Aku pinjam sampai lecek bukunya. Seru ... dan itu menjadi momentum kembalinya ketertarikanku untuk membaca, membaca novel. Korban kedua setelahnya adalah komik Detektif Conan.

Penulis yang aku senangi saat ini adalah Pram, Pramoedya Ananta Toer. Penulis terbesar negeri ini, bahkan beberapa kali menjadi kandidat penerima nobel. Karyanya sudah mendunia. Sampai saat ini belum ada yang menyamai dia, setidaknya bagiku yang pembaca pemula ini. Kisah hidupnya, kritik dan analisanya terhadap generasi negeri ini yang membuat aku semakin jatuh cinta. Tentu ada beberapa pendapat dia yang aku tidak setuju. Wajar lah. Saat ini aku sedang berburu Tetralogi Pula Buru, dan sejauh ini masih kurang tiga buku lagi. Bumi Manusia sudah aku dapatkan di Gramedia, sisanya sekalu out of stock di toko-toko buku online :(.
Beberapa novel yang sudah aku baca :
  • Kenanga oleh Oka Rusmini, berlatar belakang adat dan budaya Bali
  • Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata, mengambil seting budaya Belitong
  • Saman oleh Ayu Utami, cerita perlawanan dengan bumbu seks
  • Angle and Demon oleh Dan Brown, berlatar sejarah Katolik
  • Davinci Code masih oleh Dan Brown, idem.

Yang saat ini belum dan akan dibaca :

  • Priyayi oleh Umar Kayam
  • Bumi Manusia oleh Pram.

Lho, kok tidak karya Pram yang sudah dibaca tapi ngaku-ngaku jatuh cinta sama Pram? Hehehe, memang belum ada karya sastranya yang terbaca. Buku dia yang sudah baca ada dua, Jalan Raya Pos, dan Saya Terbakar Amarah Sendirian. Yang kedua merupakan hasil wawancara. Dikedua buku itu aku temukan pemikiran-pemikiran Pram yang jika direlasikan dengan kondisi negara saat ini pas banget.

Yang masih aku cari :

  • Tarian Bumi oleh Oka Rusmini, masih berlatarbelakang budaya Bali
  • Ziarah oleh Iwan Siamatupang
  • Novel-novel Pram tentunya
  • Novel lain yang bagus, menurut ulasan penggemar novel di dunia maya, baik karya anak negeri maupun terjemahan.

Membaca memang membuka ruang di otak kita untuk melihat dunia yang lain, dunia yang mungkin belum pernah kita jamah. Sunggu sangat mengasyikkan. Adakalanya perasaanku larut dalam konflik batin si tokoh, kakiku serasa ikut lari berkejar-kejaran, ah serunya! Hobi fotografiku mendapat tandem yang pas.

Satu lagi yang membuat aku senang, mamanya Kintan juga senang membaca, bisa tandem kalau ke toko buku. Dan yang pasti tidak akan mengeluh lagi karena aku keranjingan baca. Hehehe, jadi ingat saat menikmati Davinci Code dulu :D.

2 comments:

mamakintan said...

hahahha... ya ya... aku juga masih ingat itu, hmmm... davinci code dan conan, dua2nya pernah jadi sesuatu yang aku benciiii... :D
aku yang sedang hamil waktu itu kalah saingan sama buku.
pulang kantor? buku,
weekend? buku,
bangun tidur? buku lagi,
duh sedihnya... :p

Eko Andri P said...

wah... baiknya baca2 buku/kitab siroh nabawiyah atau sejarah2 para shahabat..
kalo novel mah fiktif.. gak asik :)

liat daftar buku2-nya di :
http://www.al-aisar.com//index.php/component/option,com_phpshop/page,shop.browse/category_id,15/Itemid,1/