Wednesday, February 21, 2007

mutasi sembunyi-sembunyi

Hi Blog, here I come :D

Sore ini benar-benar membuatku kaget. Seorang teman di divisi sebelah tiba-tiba bercerita kalau dia dipindahbagiankan ke bagian lain. Bukannya hal biasa di perusahaan bertaraf nasional mutasi? Tentu jika mutasi dilakukan dengan cara elegan, transparan. Ada diskusi dengan staf terkait perihal mutasi supaya dia (dan keluarga, jika sudah nikah) siap lahir batin. Tahun lalu kejadian ini sudah terjadi, beberapa orang tiba-tiba menerima SK (surak keputusan) mutasi. Semua tidak menyangka, bahkan karyawan bersangkutan tahu karena diberitahu oleh teman sejawatnya. Temannya tahu ketika mengakses web internal perusahaan. Gila gak? Menurutku sih keterlaluan.

Rupanya tindakan serupa muncul lagi. Kali ini temanku dipindah bukan dengan SK, tapi dengan nodin (nota dinas)! Tanpa ada pemberitahuan, tanpa ada diskusi, tanpa ada sosialisi (jika memang ada program kerja baru yang mengharuskan dia pindah). Gila, gila, gila, ... untungnya (wah masih untung aja) dia dipindah masih di kantor pusat, hanya pindah divisi (dan tentu saja ganti bidang kerja, walau masih berhubungan).

Bukan mutasinya yang mengganjal di hatiku, tapi transparasinya itu. Mbok ya diskusi dulu, jadi keduabelah pihak sama-sama merasa enak, iklas, yang akan berimbas positif ke kinerja karyawan bersangkutan. Kenapa semua dilakukan dengan tertutup? Ada apa? Ada maksud apa? Siapa yang licik, culas? Merasa punya kekuatan dan memainkan kekuatan tersebut dengan semena-mena. Di SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi diajarkan musyawarah tuk mufakat. Tapi, ahhh .... entahlah.

1 comment:

Abu Afifah said...

wah, ngga sia2 punya elmu "liat2" database internal perusahaan..

jadi bisa lebih dulu tau mutasi, jumlah gaji, bahkan "kapan" kenaikan gaji... hehe