Friday, June 2, 2006

Underpass Pasar Minggu, Mengatasi Kemacetan?

Ya, benar kemacetan di Pasar Minggu akan terminimalisasi. Tapi hanya kemacetan di depan Robinson Pasar Minggu sepanjang tidak ada perbaikan aturan di sepanjang jalan Raya Pasar Minggu setelah terminal.

Setiap hari di hari kerja aku dan mama selalu melintas di Raya Pasar Minggu untuk menuju tempat kerja. Selalu karena lokasi kerja mama di Tebet. Dari Depok tentu Raya Pasar Minggu yang lebih pas untuk menuju kesana. Tadi pagi kebetulan berangkat agak siang, hampir jam delapan dari rumah. Kurang lebih 30an menit untuk sampai di Pasar Minggu. Karena hari sudah beranjak siang, pedagang di pinggir jalan sudah banyak berkurang, bis-bis bisa berjalan
lebih lancar, pun juga motor yang mengekor. Perjalanan melintasi Robinson dan terminal cukup singkat, padat merayap. Sempat lancar beberapa saat sampai akhirnya tersendat lagi, hanya beberapa meter dari pintu terminal!

Penyebabnya? Sudah bisa ditebak, angkot yang ngetem dan berjalan merambat mencoba mencari peruntungan. Sial!

Sudah menjadi pemandangan umum kalau (mayoritas) supir angkutan umum tidak patuh terhadap aturan di jalanan. Pengecualian untuk busway dan krl. Dan penumpang pun kadang tidak tertib, mereka lebih suka naik angkot dari luar terminal, alasannya karena tidak pakai nunggu penuh, langsung jalan. Akibatnya banyak penumpukan angkot di luar terminal, ujung-ujungnya angkot menunggu penuh penumpang diluar terminal dan membuat jalanan macet. Ditambah lagi tidak ada petugas yang tegas menertibkan angkot-angkot tersebut. Di jalan Margonda polisi lebih tegas. Tak jarang aku lihat angkot yang ditilang.

Itu baru cerita di sekitaran terminal Pasar Minggu. Sepanjang Raya Pasar Minggu banyak putaran balik yang mengganggu arus kendaraan. Contohnya : putar balik di dekat halte Brimob, Haji Samali, Pomad, dan masih banyak yang lain. Tapi di tiga area itu yang aku lihat menyolok diantara putar balik yang lain. Di Haji Samali misalnya, kendaraan dari jalur kanan (arah Pasar Minggu) bisa langsung belok 90 derajad masuk ke gang Haji Samali, memotong mentah-mentah arus kendaraan dari Pasar Minggu ke arah Pancoran/Kalibata. Kalau underpass Pasar Minggu dibuka, arus kendaraan akan semakin banyak yang memanfaatkan jalur ini karena kebuntuan teratasi. Bisa dibayangkan, kemacetan hanya akan pindah posisi. Belum lagi rencana Pemkot DKI untuk membangun busway koridor Pasar Minggu.

Kondisi saat ini, jalur Raya Pasar Minggu rata-rata lancar sampai HaJi Samali, atau Pomad. Setelah itu tersendat sampai Pancoran! Mampang seri 2 kah?

2 comments:

mamakintan said...

Semoga nanti dapet kantor yg lebih deket sama kantor papa, jadi ga repot nganternya... [like my deam last night, hahahaha]

Eko Andri P said...

bukan mengatasi kemacetan... yang benar "Memindahkan kemacetan"