Tuesday, May 2, 2006

[FOTO] Sore di Jimbaran

Siapa yang tidak kenal Jimbaran? Makan malam di pinggir laut, ditemani gemuruh ombak dan warna senja yang eksotis. Jimbaran semakin terkenal di dunia sejak meledaknya bom Bali II, 1 Oktober 2005.

Kunjunganku kali ini adalah kali ke 2, semua di bulan Desember. Seperti biasa, pantai Jimbaran di bulan Desember sangat kotor. Pantai dipenuhi sampah bawaan laut. Apapun yang bisa dibawa ombak dan didamparkannya. Sandal, sisir yang rompal satu giginya, balok kayu, ranting, pembungkus makanan. Pantai Kuta juga mengalami hal serupa, tapi petugas kebersihan sigap setiap pagi mengangkuti sampah-sampah dari laut. Dua kali kesana tidak pernah melihat sekalipun petugas membersihkan sampah, bisa jadi ketika aku sudah pulang petugas tersebut datang membersihkan. Frekuensinya saja yang tidak sesering Kuta.

Ternyata sampah-sampah tersebut bisa memberi rejeki tambahan bagi keluarga nelayan. Mereka memulung sampah plastik untuk kemudian dijual kembali. Atau, jika mereka menemukan sesuatu yang masih bisa dipakai akan mereka pakai, sisir misalnya. Dibalik onggokan sampai dipinggir pantai sering ditemukan binatang-binatang laut seperti kepiting kecil, kerang. Entah mereka mengumpulkan itu untuk dimakan atau sebagai apa.



Suasana dibelakang pasar ikan Jimbaran.


Anak nelayan Jimbaran.



Berangkat melaut.


Memulung sampah laut. Beberapa diantara mereka tidak hanya memunguti sampah di pinggiran pantai, tapi sampai ke tengah.


Memindahkan sampah ke keranjang untuk dikeringkan. Ibu ini bersama si anak menggunakan perahu untuk memunguti sampah laut yang bisa dijual.


Laut yang kotor tidak membuat semangat berenang surut.


Atau bermain pasir di tepian yang lebih bersih.


Bahkan memainkan kepiting yang dipungut dari tumpukan sampah. Dunia anak-anak memang dunia bermain.

1 comment:

Rizky A Maulana said...

Muanteb Ndri I/P (Ireng/Putih) alias B/W-ne.